Safir Senduk
Kamis, 03 September 2026

Tas numpuk. Buku, baju, sepatu, alat olahraga, piring, perabot, apapun itu, numpuk karena kebanyakan. Rumah besar tetap saja terasa sempit. Ngerasa begini nggak di rumah Anda sekarang?
Seorang teman saya senang sekali beli tas branded. Sampai pada satu titik dia sadar tasnya sudah terlalu banyak. Awalnya dipajang di lemari, terus akhirnya numpuk di pojok kamar. Apalagi pas covid yang jarang ketemu orang, tidak ada satupun tas itu yang dipakai.
Salah satu orang terpenting di hidup saya hobi beli koper. Alasannya? Supaya kalau travelling, dia bisa pilih koper yang warnanya sesuai baju. Akhirnya kamarnya penuh koper dan numpuk.
Seorang relasi saya lebih parah lagi. Karena penghasilannya dirasa cukup, dia beli apapun yang dia mau. Asal bagus, suka, ya beli. Waktu saya ke rumahnya, hampir semua ruangannya penuh barang. Padahal rumahnya lumayan besar. Belum lagi koleksi beberapa motor yang cuma dia pakai salah satu saja, itupun nggak setiap hari.
Nah, kalau Anda punya kebiasaan numpuk barang, stop deh. Kenapa? Ini 5 alasan yang akan bikin Anda berpikir dua kali sebelum belanja lagi dan akhirnya cuma jadi tumpukan barang di rumah:
Pertama, Makan Tempat & Nambah Biaya. Makin banyak barang, makin besar ruang penyimpanan yang dibutuhkan (lemari tambahan, gudang, atau rumah lebih besar). Ujung-ujungnya uang habis hanya untuk ‘parkir’ barang yang jarang dipakai.
Kedua, Bikin Sumpek & Stres. Rumah yang terlalu penuh barang terasa sempit dan berantakan. Pemandangan sesak ini sering memicu lelah, stres, dan sulit fokus di rumah.
Ketiga, Capek & Boros Perawatan. Punya banyak barang berarti harus siap repot luangkan waktu, energi, dan uang ekstra untuk membersihkan, mengecek, atau menyervisnya supaya nggak rusak. Capek fisik, capek dompet.
Keempat, Nilai Barang Terus Merosot. Setiap barang punya biaya penyusutan nilai dari tahun ke tahun. Kita merasa kaya karena punya banyak barang, padahal nilainya turun terus.
Kelima, Susah Dijual Lagi. Ketika barang sudah menumpuk dan ingin dijual, kualitasnya biasanya menurun dan modelnya ketinggalan zaman. Mau dijual lagi juga susah. Ujungnya ya paling dibuang atau dikasih gratis.
Jadi, stop numpuk barang sekarang juga!

